Postingan

REVIEW MATERI SEJARAH PEDESAAN PERTEMUAN 10

Dalam sejarah tidak ada kata ‘mungkin’, karena sejarah merupakan kejadian yang sudah terjadi dan pasti. Sumber tertulis tentunya mempunyai berbagai macam informasi didalamnya, seorang sejarawan yang baik dituntut untuk dapat mencari informasi sedetail mungkin terkait dengan peristiwa yang ingin ia rekontruksi disalah satu bentuk tulisan tersebut untuk kemudian dapat ditilik dan dipakai. Sumber-sumber tersebut terkadang agak sulit untuk dipahami. Maka, mau tidak mau sejarawan haru memiliki setidaknya basic knowlede atau pengetahuan dasar terkait dengan tema topik yang dibahas tersebut. Kemudian ada pula yang dinamakan sumber lisan, sumber ini tentunya berkaitan dengan “lisan” atau penuturan dari seeorang, baik perorangan maupun kelompok, yang melihat, merasakan, ataupun ikut serta pada kejadian atau peristiwa yang ada dengan mata kepalanya sendiri. Sumber lisan merupakan sumber yang cukup diperhatikan dalam reka ulang sejarah berhubung tuturan seorang terkait dengan peristiwa, dalam ka...

REVIEW MATERI MATA KULIAH SEJARA PEDESAAN PERTEMUAN KE-9

Skup spasial sangat diperlukan untuk mengadakan pembatasan wilayah yang akan menjadi objek penelitian. Penulisan skup spasial yang jelas dan lengkap, seperti penulisan nama desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi, dapat menghindari kebingungan karena terdapat beberapa daerah di Indonesia yang memiliki nama yang sama. Selain itu, bahan acuan atau referensi yang digunakan penulis dalam menulis suatu karya dapat memperkokoh dukungan tentang argumentasi yang diaparkan dalam tulisannya. Sumber yang digunakan tidak cukup hanya satu, diperlukan banyak sumber sehingga dapat menjadi tulisan yang lengkap. Tetapi, sumber-sumber tersebut perlu di cross check atau dikritisi kembali agar dapat teruji kebenarannya. Untuk dapat mengorek keterangan yang terkandung dalam sumber, diperlukan keahlian tersendiri. Penulisan tidak saja membutuhkan keterampilan menulis dan penguasaan kaidah bahasa, tetapi juga menyangkut pemahaman atas terminologi serta teori-teori tertentu yang relevan dengan tema sejarah ...

REVIEW MATERI SEJARAH PEDESAAN PERTEMUAN KE-6

Pola pemukiman menurut Smith dan Zoph berkaitan dengan spasial (keruangan) antara pemukiman penduduk desa yang satu dengan yang lain dan dengan lahan pertanian mereka. Paul H. Landis menggambarkan adanya empat pola pemukiman, yaitu 1) mengelompok murni (paling dominan di dunia); 2) mengelompok tidak murni; 3) menyebar teratur; dan 4) menyebar tidak teratur. Struktur biososial adalah struktur sosial (vertikal dan horizontal) yang berkaitan dengan faktor-faktor biologis, seperti jenis kelamin, usia, perkawinan, suku bangsa, dan lainnya. Jadi, terdapat keterkaitan antara faktor biologis dan struktur sosial diperlihatkan melalui sifat mata pencaharian, dimana ketika masyarakat masih pada taraf food gathering economic sampai bercocok tanam, maka pengalaman dan tenaga fisik menjadi faktor yang dominan. Dengan demikian, orang yang lebih tua dan orang yang secara fisik lebih kuat (laki-laki dianggap lebih kuat dibandingkan perempuan) menempati kedudukan sosial yang tinggi.      ...

REVIEW MATERI SEJARAH PEDESAAN PERTEMUAN KE-5

Klasifikasi penduduk Jawa menurut Sutardjo Kartohadikusumo didasarkan pada mata pencahariaan penduduk Jawa yaitu bertani. Bagi orang Jawa tanah adalah segala-galanya. Berbeda dengan di Jawa, keadaan tanah di Madura tidak baik untuk bertani, sehingga orang Madura menggantungkan hidupnya salah satunya dengan beternak, misalnya beternak sapi. Sutardjo Kartohadikusumo mengklasifikasikan penduduk desa Jawa menjadi beberapa lapisan sosial berdasarkan faktor pemilikan atau penguasaan lahan pertanian, lambang status yaitu 1.       Warga desa yang memiliki tanah pertanian, rumah, dan tanah pekarangan. 2.       Warga desa yang mempunyai rumah dan tanah pekarangan. 3.       Warga desa yang mempunyai rumah diatas pekarangan orang lain. 4.       Warga desa yang kawin dan mondok di rumah orang lain. 5.       Pemuda yang belum kawin Pelapisan sosial masyarakat desa d...

SEJARAH PEDESAAN

Nama     : Putri Arasy Suryaningtyas NIM        : 180110301068 REVIEW MATERI SEJARAH PEDESAAN A.       SEJARAH PEDESAAN Sejarah pedesaan tumbuh karena terdorong oleh rasa ketidakpuasan terhadap metode sejarah yang umum berlaku serta oleh kebutuhan untuk menanyakan soal-soal baru. Sejarah pedesaan memiliki arti yang sangat luas, dan secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan, masyarakat petani, dan ekonomi pertanian. Desa dalam sejarah pedesaan dapat dikategorikan dalam: 1.    Satuan ekosistem, yaitu perpaduan antara aktivitas manusia, keadaan biologis dan proses fisik. 2.    Satuan geografis, terdapat berbagai macam hubungan antar desa. Satuan geografis seperti perbukitan, daerah aliran sungai, pantai, teluk, selat, dan pedalaman desa-desa mempunyai hubungan-hubungan tertentu satu sama lain. 3.    Satuan ekonomis, dekat pengertiannya dengan satuan geografis, dan dapat menjadi bagian dari ...